Jumat, 03 November 2023

MENURUTI NASEHAT DAN PERKATAAN ORANGTUA

 

                Assalamuallaikum warohmatullohiwabarokaatuh,

Audzubillahiminasyaitonnirojim bismillahirahmanirrahim

Bapak ibu guru dan bapak kepala sekolah yang saya hormati

Dewan juri yang saya hormati dan hadirin yang saya muliakan, dan teman-teman peserta lomba yang saya cintai, serta teman-teman yang berbahagia

            Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya, sehingga pada hari ini kita dapat bertatapmuka dalam rangka lomba khitobah tahun 2023 tanpa halangan suatu apapun. Sholawat serta salam marilah senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, semoga kelak kita mendapat syafaatnya di Yaumil Qiamah, amin Allahuma amiin.

        Pada kesempatan yang berbahagia ini saya Zarra dari SDN 01 Wringinagung  akan menyampaikan pidato dengan tema “Berbakti kepada orangtua, wujud bakti yang tak ternilai harganya”.

Dewan juri yang saya hormati dan teman-teman yang berbahagia.

       Marilah kita bersama-sama mengingat betapa besar jasa orangtua kita dari pagi buta sampai menjelang kita tidur, bahkan disaat kita tidur orangtua terus berjaga jangan sampai ada nyamuk yang menggigit kita, orangtua rela tak lelat tidurnya terbangun lagi dan terbangun lagi agar kita bisa tidur dengan nyaman. Bangun tidur belum sempat orangtua kita tidur nyenyak kita lebih dulu membangunkannya dengan rengekan kita yang seolah ingin bermanja minta gendong.



        Kita masih dalam gendongannya orangtua dengan susah payah sambil memasak dan menyiapkan sarapan buat kita sementara ayah juga sudah sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk bekerja ke ladangh, ke kantor dan lain sebagainya. Tak pernah orangtua kita berhenti dari aktifitas dalam hidupnya, kalaupun ada waktu sejenak untuk mengobrol pastilah beliau mengobrolkan kebutuhan dan masa depan kita.

        Ada-ada saja permintaan kita yang tak henti dari jajanan, makanan dengan lauk yang minta selalu berganti-ganti sampai mainan yang beraneka bentuk selalu kita minta dan orangtua selalu berusaha memenuhi permintaan kita meski keadaan serba pas-pasan tetapi orangtua selalu berusaha memenuhi keinginan kita meski harus terpanggang matahari dan bermandi keringat demi kita anak-anaknya.

        Teman-teman yang saya cintai dan hadirin yang dirahmati Allah SWT.

        Mari kita ingat-ingat kapan kita tidak merepotkan orangtua kita, kapan kita sehari saja bisa hidup mandiri tanpa bantuan orangtua kita. Misal kita lagi pergi jauh atau piknik, kita memang mandiri jajan dan makan sendiri dn tidak mengganggu orangtua kita, tetapi semua itu berkat usaha dan jasa orangtua yang berjuang agar kita bisa ikut piknik bersama teman-teman. Tak pedulu panas dn terik dijalanani untuk mendapatkan uang agar kita bisa mengikuti kegiatan sekolah dan juga bersenang-senang bersama kawan-kawan.

        Orangtua tidak berharap kita membalas kebaikannya membesarkan kita. Orangtua tidak pernah menghitung apa-apa yang sudah dikeluarkan untuk membesarkan kita dan orangtua tidak ingin anknya merasa berhutangbudi kepadanya bahkan orangtua ingin selalu memberi memberi dan memberi apa saja jika ia mampu sampai jiwa raganya tak mampu untuk bergerak lagi.

         Orangtua akan bangga hatinya melihat kita bisa tumbuh sehat, bermain dan bersekolah dengan baik. Meski orangtua kita dalam keadaan tidak mampu beliau punya harapan untuk menyekolahkan anaknya menjadi anak-anak yang pintar berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Di hati orangtua sellau terselip kata-kata biarlah orangtua yang merasakan susah payah kehidupan semoga anak-anaku menjadi orang yang sukses.

        Lalu apakah balas budi kita kepada orangtua yang sudah berkorban luar biasa untuk kita, kita hendaknya menuruti nasehatnya, melaksanakan apa yang diminta orangtua. Orangtua selalu meminta kita melakukan hal-hal yang terbaik tidak akan menyuruh kita melakukan hal yang menyusahkan kita. Kadang ketika orangtua menyuruh kita selalu bilang ah, gak mau dan lain sebagainya.

    Sedih hati orangtua mendengar kita membantah perintahnya, misalnya di suruh belajar dan lain sebagainya. 



        Marilah kita sedikit demi sedikit mulai memperbaiki diri untuk bisa membahagiakan orangtua kita dengan cara berkata yang baik-baik dan menuruti perintah orangtua kita agar hidup kita lebih baik dan kelak menjdi orang sukses.

    Allahumagfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayanisahira.

            Nah teman-teman marilah kita perbaiki diri kita untuk berbuat sebaik-baiknya selagi orangtua kita masih berada di dunia ini, dan bagi teman-teman yang orangtuanya sudah berada di alam kubur marilah kita lebih sering mendoakannya.

    Kita jadi orang hebat pasti karena restu orangtua, marilah kita muliakan kedua orangtua kita agar Allah mengabulkan segala doa-doa kita. Mari menjadi lebih baik untuk sukses dan cita-cita kita.

        Cukup sekian pidato saya, mohon maaf jika ada kekurangan karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Usikumwanafi bitaqwallah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar