Senin, 09 September 2019

CINTA KELUARGA

                                                 CINTA KELUARGA
Assalamuallaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Audzubillahiminasyatanirrajim bismillahimirrahmanirrahim.
Kepada yang terhormat bapak ibu guru SDN 01 Wringinagung.
Kepada yang terhormat bapak ibu dewan juri.
Kepada yang terhormat bapak ibu guru pendamping.
Kepada teman-teman peserta lomba yang saya cintai dan teman-teman se SDN 01 Wringinagung yang saya sayangi serta hadirin yang berbahagia yang saya hormati pula.
            Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan kebahagiaan kepada kita sehingga kita dapat bertatapmuka dalam rangka lomba pidato se Korwil Doro tanpa halangan suatu apapun. Shalawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang senantiasa menjadi suri tauladan dunia akhirat, smoga kelak kita mendapat syafaatnya. Amin Allahuma amin.
Pada Kesempatan yang penuh rahmat Allah SWT ini perkenankanlah saya akan menyampaikan pidato dengan tema keluarga sumber bahagia kita. Keluarga kita sungguh luar biasa perannya dalam kehidupan kita. Sejak kecil sampai hari ini dan selama kehidupan kita bahkan setelah kita tiada keluargalah yang mendoakan kita. Maka sungguh tak ternilai peran keluarga.
Dewan juri dan teman-teman yang saya cintai.
Keluarga kita ayah, ibu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek, walaupun ada juga teman-teman kita yang keluarganya kurang lengkap misalnya salah satu dari keluarganya sudah dipanggil Allah SWT adalah sumber segalanya. Sejak kecil hingga besar yang memberikan sumber kehidupan, ilmu dan segala kehangatan adala keluarga. Saat kita sakit keluargalah yang merawat kita maka disaat kita bahagia keluarga pula yang pertama-tama kita ingat. Ketika kita lemah dan butuh sandaran hanya keluarga yang tulus dan selalu menerima kita apapun kondisi kita maka hanya keluarga yang selalu menjadi prioritas dalam kehidupan kita.

Hadirin yang berbahagia.
Sejak dalam kandungan ayah dan ibu kita sudah mengajari kita dengan berbagai tindak tanduk yang baik dan selalu mendoakan kita agar kelak kita menjadi anak-anak yang shaleh-shalekha. Perjuangan ibu kita saat melahirkan antar hidup dan mati lalu merawat kita dengan sangat hati-hati dan sangat menyayangi dari bayi yang belum bisa apa-apa sampai sekarang ini. Ayah kita bekerja keras sekuat tenaga untuk menghidupi dan menafkahi kita dari pagi buta sampai jelang malam baru istirahat. Hanya keluargalah yang memberikan semua itu tanpa perhitungan atau mengharap imbal jasa.
Teman-teman yang saya cintai.
Apakah orangtua kita pernah meminta kepada kita untuk membayar makanan yang kita makan, tentu tidak bukan. Bahkan sehari-hari kita masih saja meminta uang dan uang untuk berbagai keperluan sekolah. Pakaian kita berapapun orangtua membelikan dengan gratis, bahkan kadang kita belum meminta orangtua sudah menawari kita dengan tulus tanpa mencatatnya sebagai hutang. Jasa orangtua merawat kita saat sakit kita muntah, menangis, menggendong, mengobati semua dilakukan dengan penuh kasih sayang yang luar biasa.
Hadirin yang berbahagia.
Saat kita lelah bermain, kadang ada teman kita yang jahil maka keluarga adalah sebaik-baik tempat mengadu karena keluarga adalah tempat yang paling jujur mengetahui kekurangan kita yang selanjutnya akan menerima pangaduan kita meski tahu kita salah maka keluarga nanti yang akan menghibur kita bahwa semua itu harus kita maafkan karena besoknya kita pasti akan bermain lagi. Dari keluarga juga kita tidak bisa marah saat dinasehati dan diingatkan apabila kita bersalah.
Lalu apa  yang bisa kita berikan untuk keluarga kita teman-teman?
Keluarga tidak pernah menuntut kita untuk membalas apapun yang sudah kita terima. Setiap saat keluarga terus mendoakan agar kita selalu sehat dan kelak menjadi anak yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, agama dan masyarakat di sekitar kita. Maka itulah harapan keluarga yang harus dapat kita wujudkan agar agar keluarga kita bahagia karena apa yang diharapkan dapat terwujud.
Teman-temanku tercinta.
Bagaimana cara kita untuk mewujudkan semua itu, yaitu dengan cara kita giat belajar dengan rajin dan tekun untuk mewujudkan cita-cita kita supaya dapat membanggakan orangtua kita sebagai wujud bakti kita kepada orangtua kita. Marilah teman-temanku mulai sekarang kita lebih giat belajar dan belajar untuk sukses dimasa depan.
Dewan juri yang saya hormati dan teman-teman yang saya sayangi.

Kiranya cukup sekian apa yang saya sampaikan, semoga dilain kesempatan kita dapat berkumpul kembali dalam kesempatan yang penuh kebahagiaan. Mohon maaf atas segala kekurangan karena segala kelebihan hanya milik Allah SWT. Saya akhiri billahitaufiqwalhidayah wassalamuallaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar